Selamat Maal-Hijrah 1435H
Selamat Maulidurrasul
Showing posts with label Kajian Kitab. Show all posts
Showing posts with label Kajian Kitab. Show all posts
Tuesday, March 31, 2020
Saturday, October 7, 2017
Ahmad di Dalam Kitab Injil
Kitab Injil Lama Meramalkan Kedatangan Nabi Muhammad ..Bukti Kesesatan Kristian
Gospel predicts the coming of Muhammad.
An old book is described as 'Gospel of Barnabas' contains predictions that Ahmad (Prophet Muhammad) will appear in the end times has sparked interest from the Vatican, the center of Catholic Christianity subscribes to look into it further.
Pope Benedict XVI 6 300x216 troubling findings of the Vatican .... Pope Benedict XVI himself has stated his desire to see the Gospel known as the 'Gospel of Barnabas' it.
Gospel of inky gold and use the mother tongue medium of Jesus, Aramaic estimated more than 1,500 years old.
Gospel had been found in the past 12 years (2000) in Turkey and then kept from public viewing on strong demand from the church because he feared no resemblance to the statement of the Qur'an that Jesus himself had been told of the coming of Ahmad (Muhammad's ).
However, in 2010, the Gospel had been submitted to the Ankara Ethnography Museum and then given permission to display after a number of recovery efforts.
Gospel of the line with the Islamic faith which states that Jesus was a messenger (the Messenger of Allah) and not the son of God as believed by Christians who belonged mainly Catholic, Anglican and Orthodox.
Old books also states that Jesus was never crucified until death. Even he was taken by God into heaven. This statement proved to be very contrary to Christian teachings based on the teachings of Saint Paul or Saul of Tarsus.
Many scholars and Christian theologians who have rejected the gospel and claimed it was the work of the 5th century or 6th instead of the first century as claimed by Islamic researchers. Nevertheless, many Islamic scholars believe that it is the most original gospel that have been found so far.
Prices copy of the Gospel is estimated at up to 40 million Turkish Lira (USD 22 million).
Not difficult for us to understand that there was also a certain party that has always disputed this groundbreaking discovery, but a definite 'TRUE' is the word of Allah which means,
"The people (Jews and Christians) whom We gave the Book (Torah and Gospel) recognize Muhammad as they recognize their own sons. But some of them conceal the truth while they know. "
Surah Al Baqarah Verse 146
http://yakboktamkelih.blogspot.my/2013/07/kitab-injil-lama-meramalkan-kedatangan.html
Gospel predicts the coming of Muhammad.
An old book is described as 'Gospel of Barnabas' contains predictions that Ahmad (Prophet Muhammad) will appear in the end times has sparked interest from the Vatican, the center of Catholic Christianity subscribes to look into it further.
Pope Benedict XVI 6 300x216 troubling findings of the Vatican .... Pope Benedict XVI himself has stated his desire to see the Gospel known as the 'Gospel of Barnabas' it.
Gospel of inky gold and use the mother tongue medium of Jesus, Aramaic estimated more than 1,500 years old.
Gospel had been found in the past 12 years (2000) in Turkey and then kept from public viewing on strong demand from the church because he feared no resemblance to the statement of the Qur'an that Jesus himself had been told of the coming of Ahmad (Muhammad's ).
However, in 2010, the Gospel had been submitted to the Ankara Ethnography Museum and then given permission to display after a number of recovery efforts.
Gospel of the line with the Islamic faith which states that Jesus was a messenger (the Messenger of Allah) and not the son of God as believed by Christians who belonged mainly Catholic, Anglican and Orthodox.
Old books also states that Jesus was never crucified until death. Even he was taken by God into heaven. This statement proved to be very contrary to Christian teachings based on the teachings of Saint Paul or Saul of Tarsus.
Many scholars and Christian theologians who have rejected the gospel and claimed it was the work of the 5th century or 6th instead of the first century as claimed by Islamic researchers. Nevertheless, many Islamic scholars believe that it is the most original gospel that have been found so far.
Prices copy of the Gospel is estimated at up to 40 million Turkish Lira (USD 22 million).
Not difficult for us to understand that there was also a certain party that has always disputed this groundbreaking discovery, but a definite 'TRUE' is the word of Allah which means,
"The people (Jews and Christians) whom We gave the Book (Torah and Gospel) recognize Muhammad as they recognize their own sons. But some of them conceal the truth while they know. "
Surah Al Baqarah Verse 146
http://yakboktamkelih.blogspot.my/2013/07/kitab-injil-lama-meramalkan-kedatangan.html
Sunday, September 3, 2017
Al Kitab, or Bible
Memeriksa Keaslian ALKITAB Dan AL-QUR'AN
on Wednesday, 20 February 2013 Labels: Perbandingan Agama
TERKAIT : Perbandingan Agama
Oleh Zikrullah T. Ayyuba
Sebuah studi Alkitab mengungkapkan bahwa Alkitab tidak mengandung kata-kata yang tepat yang diwahyukan dan diucapkan oleh para nabi seperti Musa dan Nabi Isa. Alkitab telah ditulis oleh berbagai penulis selama periode berabad-abad, yang pada waktu itu juga banyak mengalami perubahan.
Dr Stanley Cook menulis:
"Kesalahan manusia (fallibility) menjadi faktornya, Alkitab tidak bebas dari kontradiksi dan kesalahan, dan sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai agama secara menyeluruh. (Introduction to the Bible. h.193)
Kemudian dalam Britannica Encyclopedia edisi kesebelas menerangkan di bawah judul Bible:
"Tak dapat diragukan lagi bahwa sejumlah besar perubahan telah dimasukkan ke dalam teks Ibrani". Kita lihat dari sejarah Israel bahwa pada masa Nebukadnezar kitab-kitab Israel dibakar dan dimusnahkan. Kemudian ditulis ulang oleh Nabi Ezra: "Ia terlupakan dan Ezra memperbaruinya". (p. 322, Vol. V, Jewish Encyclopaedia)
Lebih lanjut pada halaman yang sama ditulis:"Ia menunjukkan keraguannya mengenai kebenaran dari beberapa kata dari teks dengan menempatkan titik diatasnya. Haruskah Elihah, katanya, menyetujui teks, poin yang akan diabaikan. Haruskah ia menolak, kata-kata yang meragukan untuk dihapus dari teks."
Hal ini tidak memerlukan komentar lebih lanjut dari saya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa secara umum Perjanjian Lama tidak bisa lagi dianggap sebagai Firman Allah yang terjaga keotentikannya. Demikianlah keadaan perjanjian lama.
Begitupun Perjanjian Baru yang memiliki kondisi yang sama. Tidak ada jaminan tentang kapan tepatnya ia ditulis. Kita tahu bahwa pada hari-hari pertama setelah kepergian Yesus mereka kemudian menunggu kedatangannya kembali. Sementara mereka yang telah tinggal bersama Yesus telah meninggalkan dunia ini dan pada saat yang sama tidak ada tanda-tanda beliau akan kembali, maka dirasa perlu bahwa Injil harus ditulis untuk keperluan orang-orang yang tidak bisa mendengar dari orang-orang yang tinggal bersama Yesus. Seorang sarjana Oxford mencatat:
"Hal penting pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa belum ada Injil yang tertulis sampai bertahun-tahun setelah Yesus. Injil Markus adalah Injil yang paling awal yang diakui secara umum. Umumnya menetapkan penulisan tesebut telah dilakukan sekitar 65 SM. Peristiwa penyaliban umumnya dianggap telah terjadi sekitar 29 SM atau 30 SM. Jadi Injil ada sekitar tiga puluh lima tahun kemudian setelah riwayat-riwayat itu tercatat. Injil-injil lainnya ditulis kemudian... Selama tahun-tahun awal setelah selamatnya Yesus dari kematian, tidak ada catatan tertulis yang dibuat tentang kehidupan dan ajaran beliau. Beberapa ucapan yang paling mencolok yang mungkin diwujudkan adalah berupa liturgi sederhana. Setelah itu, tahun demi tahun berlalu dan ingatan semakin redup, maka dirasakan perlu untuk mencatat sabda-sabda beliau ke dalam bentuk tulisan... Tulisan-tulisan telah didasarkan pada ingatan para murid yang tinggal bersama Yesus dan yang mendengar sabda-sabdanya, jadi ingatan dan tradisi adalah dasar dari injil kita sekarang dibangun.
Harus kita sadari bahwa adalah hal yang tidak mungkin bahwa suatu cerita yang disebarkan secara mulut ke mulut - bahkan ketika hal itu dilakukan dalam waktu dekat ketika terjadinya peristiwa - tidak akan mengalami beberapa modifikasi. Hal ini tidak dapat dihindari bahwa narasi atau ucapan yang disampaikan dari mulut ke mulut untuk peristiwa yang telah terjadi hampir tiga puluh tahun pasti mengalami perubahan dalam prosesnya. Selain itu kita harus ingat bahwa di zaman kuno itu adalah kebiasaan umum bahwa para penulis sejarah yang paling telitipun memasukkan ke dalam mulutnya suatu karakter, diantaranya mereka menulis kata-kata yang mereka anggap sesuai dengan kondisi tanpa berniat untuk menyiratkan bahwa itulah kata yang tepat. Dan juga tidak ada keraguan dari para penulis sejarah pada kesempatan itu untuk memodifikasi catatannya sedemikian rupa untuk membawa keluar sudut pandang tertentu yang ingin tekankan dalam tulisannya.
Tidak ada keraguan bahwa Injil yang telah ditulis bukan hanya untuk tujuan penulisan tetapi juga untuk dedikasi yang telah tertanam dalam sikap pikiran. Kami tidak menjamin bahwa narasi dan ucapan seperti yang diberikan dalam Injil selalu mewaili apa yang terjadi sebenarnya dan apa yang sebenarnya dikatakan. (The Story Behind the Gospel by Bernard M.Allen)
Thomas Paine menulis dalam bukunya 'The Age of Reason':
"Konsili Nicea dan Laodikia diadakan sekitar 350 tahun setelah Kristus, dan kitab-kitab Perjanjian Baru sekarang kemudian dipilih secara ya atau tidak seperti kita melakukan pemilihan dalam hukum. Banyak sekali kitab yang ditolak setelah mayoritas memilih tidak. Beginilah bagaimana Perjanjian Baru terbentuk... Jadi inilah barangkali, mereka memutuskan melalui pemungutan suara mana kitab dari koleksi mereka yang harus dianggap sebagai firman Tuhan dan mana yang ditolak. Mereka menolak sebagiannya, mereka memilih yang lainnya yang dianggap ragu-ragu menjadi sebuah kitab yang disebut Apokripa, dan kitab-kitab yang dipilih dengan suara terbanyak terpilih menjadi firman Allah. Haruskah mereka memilih sebaliknya, semua orang, setelah menyebut diri mereka Kristen, untuk percaya kepada yang lain, untuk kepercayaan yang dipilih oleh yang lain." Kita membaca dalam Peakes Commentary on the Bible: "Kita tidak memiliki teks Kitab Suci yang final dan tanpa meragukan yang bisa kita anggap sebagai versi asli. Versi asli sudah lama musnah.." (h.4)
Jika klaim Perjanjian baru adalah benar bahwa semua kitabnya diilhamkan oleh Allah." (II Timotius 3:16) lalu mengapa Gereja harus memutuskan dengan cara pemungutan suara mana buku yang diilhamkan dan mana yang bukan. Hal ini telah ditegaskan oleh teman-teman Kristen kita bahwa lima kitab pertama dari Alkitab telah ditulis oleh Musa di bawah Ilham Ilahi. Tetapi bagaimana hal ini bisa terjadi ketika kita menjumpai di bagian akhir dari kitab kelima terakhir Nabi Musa tersebut seperti ini:
Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.(Ulangan 34:5-6)
Dari sini jelas nampak bahwa Musa bukanlah sosok penulis yang mengilhamkannya bahkan untuk disebut hanya sebagai penulis, karena tidak mungkin beliau menulis tentang kematiannya sendiri. Bahkan begitu lama waktu berlalu sebelum kitab tersebut ditulis, tidak ada yang tahu keberadaan makamnya!
Demikian juga kitab berikutnya tidak mungkin ditulis oleh Joshua seperti yang tertulis di bagian akhirnya:
Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun. (yosua 24:29)
Keotentikan Al-Qur'an
Jika Umat Islam sering membandingkan kitab suci mereka dengan kitab agama lain, hal itu tidak lain karena keaslian dari Alquran. Sebagaimana Firman Allah taala yang menyatakan:
"Ini adalah kitab yang sempurna, tidak ada keraguan di dalamnya, yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang benar." (2:3)
Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara. [15:10)]
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Zikir, Alquran, ketika itu datang kepada mereka, dan Sesungguhnya itu adalah Kitab yang mulia. Kebatilan tidak dapat mendekatinya, baik dari depannya maupun dari belakangnya. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Maha Terpuji. (41:42-43)
Dia-lah yang menurunkan Kitab kepada engkau (3:8)
Segala puji bagi Allah swt., Yang telah menurunkan atas hamba-Nya Kitab ini dan tidaklah Dia menjadikan baginya kebengkokan. 18:2)
Ayat-ayat Al-Qur'an diatas menunjukkan dengan jelas bahwa Al-Qur'an adalah Firman Allah yang benar. Disamping itu bahasa dan gaya Al-Qur'an sedemikian rupa sehingga dengan mudah untuk diingat. Tidak saja para sahabat Rasulullah saw yang telah melakukan itu dengn cara menghafalnya tetapi juga sampai sekarang ratusan bahkan ribuan umat Islam telah melakukannya juga dan membacanya secara teratur agar ingatan mereka tetap segar terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.
Karakteristik Al-Qur'an adalah ia membantah setiap keberatan yang diajukan terhadapnya oleh lawan-lawannya misalnya mengatakan bahwa Rasulullah saw lah yang telah mengarangnya sendiri. Allah taala mencabar mereka dalam Al-Qur'an:
"Dan jika kamu dalam keraguan tentang apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, maka buatlah satu Surah yang semisalnya, dan ajaklah pembantu-pembantumu selain Allah swt., sekiranya kamu memang orang-orang yang benar. [2:24)
Apakah mereka mengatakan, “Ia telah mengada-adakannya? ”Katakanlah, Bawalah sebuah Surah yang semisalnya. dan panggillah siapa saja yang kamu mampu selain Allah swt. jika memang kamu orang-orang benar. (10:39)
Tantangan ini belum ada yang menanggapi. Tidak diragukan lagi banyak kritikus telah berusaha untuk membantah klaim Islam tersebut tetapi tidak ada yang telah memenuhi tantangan tertentu bahkan hanya untuk menghasilkan satu ayat yang lebih baik dari standar bahasa Arab dalam Al-Qur'an. Bagaimanapun mereka tidak mampu melakukannya karana Allah sendiri yang telah menetapkan:
Friday, February 3, 2012
NAMA NABI MUHAMMAD SAW DI DALAM KITAB² AGAMA HINDU
oleh Misteri & Keajaiban Alam (Fake & Fact) pada pada 1hb Februari 2012 pukul 7.57 ptg
Gambaran Kalki Avtar yang berpedang dan menaiki seekor kuda yang ditunggu-tunggu oleh umat hindu. Ia dipahat pada batu dan dijumpai pada kurun ke 18 di Radhanagar, Tripura, India.
Jika umat Islam mempercayai ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW di dalam Kitab Taurat & Injil, bagaimana pula dengan kitab suci Umat Hindu? Mungkinkah kedatangan Nabi Muhammad SAW juga sudah diramalkan oleh kitab suci Umat Hindu? Itulah yang akan kita bahaskan di sini.
Di Antara Firman² Allah SWT Di Dalam AlQuran:
Dalam surah Asy-Syu’ara (26) ayat 196:
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) di dalam kitab-kitab orang² yang terdahulu”.
~Maka di dalam kitab² sebelum Al-Qur’an juga telah terdapat wahyu² daripada Tuhan (Allah SWT) sepertimana Taurat & Injil.
Dalam surah Fatir (35) ayat 24:
~ Dinyatakan bahawa tiada satu kaum pun pada masa dahulu yang berlalu tanpa diberikan seorang pemberi peringatan tentang perintah dan larangan Tuhan (Allah SWT).
Dalam surat Al-Ahzab (33) ayat 40:
~ Dinyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah merupakan Utusan Tuhan dan juga merupakan penutup kepada semua para nabi (Utusan Terakhir)
Dalam surat Al-Anbiya (21) ayat 107:
~ Dinyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW tidaklah diutuskan melainkan untuk membawa rahmat ke seluruh alam semesta.
Dalam surat Saba’ (34) ayat 28:
~ Dinyatakan bahawa Tuhan telah mengutuskan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa khabar gembira dan peringatan tentang dosa, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Juga yang terdapat di dalam hadis Bukhari vol 1. Di dalam kitab Solat bab 56, hadis no.429, yang bermaksud Nabi Muhammad telah bersabda:
“Kesemua rasul yang telah diutuskan sebelumku hanya dipertanggungjawabkan untuk umat/bangsanya sahaja tetapi aku telah diutuskan untuk kesemua umat manusia”.
Sekarang kita akan melihat pula ke dalam kitab suci agama Hindu. Terdapat banyak kitab di dalam ajaran Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Daripada kesemua kitab tersebut, kitab yang dianggap paling suci sekali adalah kitab yang bernama Kitab Veda (Weda). Apabila di antara kitab² tersebut terdapat percanggahan pendapat berkaitan sesuatu isu, maka pendapat yang harus menjadi rujukan utama pada ajaran Hindu adalah Kitab Veda (Weda) yang juga masih terbahagi lagi kepada beberapa jenis kitab. Kitab² lain selain Kitab Veda (Weda) adalah seperti Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas dan lain-lain.
Ayat² Ramalan Kedatangan Nabi Muhammad SAW Di Dalam Kitab² Agama Hindu
Disebutkan di dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27:
“Aryadarma akan datang ke muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia. Aku telah diutuskan oleh Isyparmatma. Dan para pengikut aku adalah orang² yang berada di dalam lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucirkan (tidak ditocangkan). Mereka akan memelihara janggut dan akan mendengar wahyu. Mereka akan mendengar panggilan solat (azan). Mereka akan memakan apa sahaja kecuali daging babi. Mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak²/umbi-umbian tetapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”
Jikalau anda membaca tulisan di atas dengan baik, maka anda akan mendapati bahawa kesemua ciri² daripada pengikut 'agama kebenaran' yang disebutkan di atas adalah ciri² yang umumnya terdapat pada umat Islam (muslim).
Di dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14:
~ Dinyatakan pula tentang Kuntupsuktas yang telah mengisyaratkan bahawa Nabi Muhammad SAW akan terungkap dikemudiannya.
Mantra 1 mengatakan:
Beliau akan digelarkan sebagai Narasangsa. “Nars” membawa maksud orang, “sangsa” membawa maksud “yang terpuji”. Maka Narasangsa bermaksud "orang yang terpuji". Istilah “Muhammad” di dalam bahasa arab juga membawa bermaksud "orang yang terpuji". Maka istilah Narasangsa di dalam bahasa Sansekerta adalah sangat mirip dengan istilah Muhammad di dalam bahasa arab yang juga membawa maksud "orang yang terpuji". Oleh yang demikian, ini telah memberikan sebuah gambaran bahawa kemungkinan besar Narasangsa juga adalah tokoh yang sama dengan seorang manusia hebat di Tanah Arab iaitu Nabi Muhammad SAW. Dan berdasarkan kajian ini, sememangnya Narasangsa itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Beliau akan dipanggil sebagai “Kaurama" yang boleh membawa maksud pangeran kedamaian, dan juga boleh memberi maksud orang yang berpindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang telah berhijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau akan dilindungi daripada musuh yang akan dikalahkannya yang kesemua musuhnya itu berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah bersamaan dengan jumlah penduduk Makkah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup iaitu sekitar 60.000 orang.
Mantra 2 mengatakan:
Beliau adalah orang suci yang menaiki unta. Ini membawa maksud beliau bukanlah seorang bangsawan India kerana dinyatakan di dalam Mansuriti (11):202 bahawa Brahma tidak menaiki unta ataupun keldai. Maka tokoh ini jelas bukanlah daripada golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu) tetapi beliau adalah orang yang asing daripada bangsawan India.
Mantra 3 mengatakan:
Beliau adalah “Mama Rishi” atau "orang suci yang agung". Ini bersepadanan dengan nabi agung umat Islam iaitu Nabi Muhammad SAW.
Mantra 4 mengatakan:
Beliau adalah Washwereda (Rebb) iaitu "orang yang terpuji". Nabi Muhammad SAW juga telah dipanggil dengan nama Ahmad yang membawa maksud “orang yang terpuji” yang seandainya diterjemahkan ke dalam bahasa Sansekerta, ia akan membawa makna Rebb (orang yag terpuji).
Dalam Beberapa Ramalan Lainnya :
Di dalam Atharvaveda book 20 hymn 21:6;
~ Dinyatakan bahawa di sana ia disebutkan dengan istilah;“akkaru" yang bermaksud “yang mendapat pujian”. Beliau akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada Perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad SAW telah mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.
Di dalam Atharvaveda book 20 hymn 21:7;
~ Dinyatakan bahawa Abandu akan mengalahkan 20 orang ketua. Abandu juga membawa maksud seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Sesungguhnya hal ini juga telah merujuk kepada Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan seorang anak yatim semenjak dilahirkan dan ditambah pula dengan maksud istilah Muhammad/Ahmad yang membawa maksud "terpuji", yang akan mengalahkan ketua² suku kaum daripada suku² kaum yang terdapat di sekitar Makkah yang kesemuanya berjumlah sekitar 20 suku kaum.
Di dalam Rigveda book 1 Hymn 53:9;
~ Nabi dipanggil dengan gelaran “Suslama” yang juga membawa maksud "orang yang terpuji" yang juga telah memberikan maksud yang seerti dengan kata nama "Muhammad" daripada bahasa arab iaitu "orang yang terpuji".
Di dalam Samaveda Agni Mantra 64;
~ Dinyatakan bahawa beliau tidak disusui oleh ibunya. Hal ini sama kisahnya dengaan sirah (sejarah) hidup Nabi Muhammad SAW yang tidak disusui oleh ibunya tetapi sebaliknya telah disusui oleh seorang wanita yang bernama Halimatul Saadiah.
Di dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500:
~ Dinyatakan bahawa Ahmad akan dianugerahi dengan sebuah undang² abadi yang jelas merujuk kepada Nabi Muhammad SAW yang telah dianugerahi dengan sebuah kitab suci Al-Qur’an dengan segala undang² yang termaktub di dalam Al-Quran akan diguna pakai sehingga menjelangnya Hari Kiamat.
Namun disebabkan orang India yang berbahasa sansekerta tidak memahami istilah "Ahmad", maka mereka telah menterjemahkan “a” dan "mahdi” kepada maksud“saya sendiri” yang sekaligus telah mengubah maksud ayat tersebut menjadi “saya sendiri yang akan menerima undang² abadi”. Padahal seharusnya maksud ayat terbabit ialah “Muhammad sendiri yang akan dianugreahi undang² abadi”.
Nabi Muhammad SAW telah diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bahagian di dalam Kitab Veda (Weda). Nabi Muhammad SAW juga telah diramalkan tidak kurang daripada 16 tempat yang berbeza di dalam Kitab Veda (Weda) dengan istilah nama Narasangsa yang maksudnya adalah sama dengan maksud istilah nama Muhammad di dalam bahasa arab iaitu “yang terpuji”.
Kalky Avtar
Salah satu ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal yang juga telah membuatkan seorang professor bahasa dari Universiti ALAHABAD India telah mengajak umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam adalah kerana terdapatnya sebuah ramalan penting di dalam kitab suci agama Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu daripada seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” membawa maksud "turun". “tar” membawa maksud "melewati". Maka maksud istilah "Avtar" adalah “diturunkan atau diutuskan untuk turun” . Sementara maksud Kalky Avtar adalah “Utusan Terakhir”.
Pundit Vaid Parkash iaitu seorang professor (yang menulis sebuah buku yang berjudul “Kalky Avtar”) secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiahnya telah mengajak kesemua para penganut agama Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW kerana menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah tokoh yang dinanti-nantikan sebagai tokoh pembaharuan spiritual di dalam agama Hindu selama ini.
Dinyatakan di dalam Nashpropesy, Nabi Muhammad SAW diramalkan kedatangannya dengan nama Kalky Avtar (Utusan terakhir) dan "Amtim Rishi". Sedangkan di dalam Kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Avtar dan perihal kedatangannya.
Diantara ayat² yang menyebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW adalah:
Di dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20:
~Dinyatakan di dalam rumah Visnuyash akan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia yang sangat terkenal dengan sifat²nya yang baik & menonjol. Beliau akan diberikan tanda²nya. Beliau akan diberikan oleh malaikat sebuah kenderaan yang sangat pantas pergerakkannya. Beliau akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Beliau akan mengalahkan orang² jahat dan beliau akan terkenal di seluruh pelusuk dunia.
Di dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25:
~ Dinyatakan akan datangnya seorang penyelamat di rumah Visnuyash
Di dalam Kalki Purana (2) : 4;
~ Dinyatakan bahawa di dalam rumah Visnuyash, pemimpin kampung Sambala akan lahirnya Kalki Avtar.
Di dalam Kalki Purana (2) : 5;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) untuk mengalahkan orang² jahat
Di dalam Kalki Purana (2) : 7;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan dijaga oleh malaikat di medan perang
Di dalam Kalki Purana (2) : 11;
~ Dinyatakan bahawa di dalam rumah Visnuyash dan di dalam rumah Summati, Kalki Autar akan dilahirkan
Di dalam Kalki Purana (2) : 15;
~ Dinyatakan bahawa beliau akan dilahirkan pada tanggal 12 bulan pertama Madhop
Sesungguhnya kesemua ramalan yang disebutkan di atas tadi tiada lain melainkan merujuk kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam. Penjelasannya adalah sepertimana di bawah:
Di dalam rumah Visnuyash telah membawa maksud di dalam "rumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan)" sedangkan ayah Nabi Muhammad SAW adalah bernama Abdullah yang bermaksud "pengikut Allah (pengikut Tuhan)". Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedangkan orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Maka di dalam rumah Visnuyash adalah membawa maksud di dalam rumah Abdullah iaitu ayah Nabi Muhammad SAW.
Summati pula di dalam bahasa sansekerta bermaksud "orang yang sangat setia". Sedangkan ibu Nabi Muhammad SAW adalah bernama Aminah yang jika diterjermahkan daripada bahasa arabnya akan membawa bermaksud "orang yang setia".
Sambala di dalam bahasa arabnya adalah tempat yang aman & damai. Sementara Nabi Muhammad SAW telah dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” iaitu tempat yang aman & damai. Akan lahirnya di antara ketua² suku Sambala : bermaksud bahawa nabi akan dilahirkan di antara ketua² suku di Makkah.
Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad SAW telah dilahirkan pada tanggal 12 Rabiulawwal.
Sebagai Amtim Rishi (orang suci terakhir). Nabi Muhammad SAW adalah juga nabi terakhir daripada deretan nabi² yang dikirimkan Tuhan sepertimana yang tercatat di dalam QS. Al- Ahzab : 40.
Beliau akan memperolehi bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad SAW memperolehi wahyu pertamanya di Gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur bermaksud Gunung Cahaya kemudian akan kembali semula ke Makkah.
Beliau akan memiliki sifat² yang sangat mulia. Ia jelas sama sepertimana sifat² Nabi Muhammad SAW sebagimana yang telah terkadung di dalam QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar seorang yang berbudi pekerti yang luhur”.
Kalki Avtar akan diberikan 8 kemampuan spiritual iaitu kebijaksanaan, punyai kendali diri (kemampuan mengawal hawa nafsu), keturunan yang dihormati, mempunyai pengetahuan tentang wahyu, seorang yang berani, perkataannya menumpukan pada kurikulum, sangat dermawan dan sangat ramah. Kesemua sifat² yang dinyatakan dimiliki oleh Kalki Avtar itu juga telah dibuktikan dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.
Kalki Avtar jug akan diberikan sebuah kenderaan yang sangat pantas bergerak oleh Shiva. Nabi Muhammad SAW juga telah diberikan sebuah kenderaan yang bernama bouraq yang sangat pantas bergerak oleh Allah SWT yang telah membawa Nabi Muhammad SAW ke langit di dalam peristiwa Israj Dan Mikraj.
Beliau akan menaiki kuda putih dengan tangan kanannya sedang memegang pedang. Nabi Muhammad SAW juga telah mengambil bahagian didalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang melalui tangan kanannya.
Beliau akan menjadi penyelamat umat manusia. Di dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28 ada menyatakan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Beliau akan menjadi pembimbing ke jalan yg benar. Nabi Muhammad SAW telah hidup pada zaman jahiliyah yang penuh dengan kegelapan dimana Nabi Muhammad SAW kembali membawa umatnya ke jalan yang terang benderang melalui agama Islam yang diperintahkan Tuhan (Allah SWT).
Beliau akan dibantu oleh 4 orang sahabat di dalam menyebarkan misinya. Sepertimana yang telah kita umat Islam ketahui, terdapat 4 orang khalifah yang diberikan gelaran Khulafa Ar-Rashidin yang juga merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW iaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Beliau akan dibantu oleh malaikat di medan pertempuran. Di dalam perang Badr, Nabi Muhammad SAW telah dibantu oleh para malaikat Allah SWT sebagaimana yang dinyatakan di dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 :
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa kemudian mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga nescaya Allah SWT akan menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda”.
Juga yang terdapat di dalam surah QS. Al-Anfal(8) ayat 9 yang berbunyi:
“…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
Subhanallah, ternyata setelah sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum kesemuanya pun ditampilkan di dalam artikel ini) yang meramalkan kedatangan seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu yang begitu sepadan dengan gambaran kisah hidup Nabi Muhammad SAW iaitu nabi terakhir bagi umat Islam.
Mungkin ini juga merupakan pembuktian yang telah diberikan oleh Allah SWT bagi umat manusia termasuk bagi masyarakat India, Cina, Nasrani (Kristian), Yahudi dan lain² bagi menunjukkan bahawasanya Nabi Muhammad SAW adalah sememangnya telah diutuskan oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia di alam semesta ini.
Sumber: ceritasatumalam.blogspot.com/2010/09/muhammad-adalah-nabi-umat-hindu.html
Subscribe to:
Posts (Atom)